
Inter Milan Musim ini mulai berbenah diri. Setelah ditinggal Zlatan Ibrahimovic yang hengkang ke Barcelona. Inter memang tidak kekurangan amunisi di lini depan, akan tetapi ditinggal Ibra yang menjadi I Cappocannonieri Musim lalu akan membawa efek lain jika tidak di cermati Oleh The Special One.
Dan Inter pun Mengejar Bintang Belanda Wesley Sneijder (25). Beberapa pekan terakhir Sneijder sempat menolak untuk hengkang ke Italia. Namun, godaan Jose Mourinho membuat keputusannya mulai berubah.
“Mourinho terus mengirim pesan kepadaku dalam beberapa pekan terakhir. Ia selalu menanyakan berapa besar kontrak yang aku mau,” kata Sneijder di La Gazzetta dello Sport, Kamis (27/8).

Kehadiran Sneijder hanya berselang beberapa hari menjelang laga antara Inter melawan AC Milan. Akhir pekan nanti kedua tim akan melakoni derby della madonnina.
Meskipun merupakan pembelian terbaru. Pemain berusia 25 tahun itu langsung penasaran untuk melawan Milan. Ia bahkan siap jika dimainkan dalam laga penting itu.
Inter Milan tampil dominan atas AC Milan dalam Derby Della Madoninna, Minggu (30/8/2009) dinihari WIB. Alhasil, Nerazzuri pun meluluh lantahkan Rossoneri empat gol tanpa balas.
Dalam laga yang digelar di San Siro, Milan yang bertindak sebagai tuan rumah tampil di bawah tekanan Inter yang tampil luar biasa selama 90 menit jalannya pertandingan. Inter unggul dalam segala-segalanya dari rival sekotanya itu.
Alhasil pada paruh pertama laga, Inter sudah unggul 3-0 lewat gol Thiago Motta, Diego Milito (penalti) dan Maicon. Dejan Stankovic mencetak gol tambahan untuk timnya di babak kedua.
Dengan hasil ini, untuk sementara Inter memimpin klasemen Seri A dengan empat poin.
Jalannya pertandingan
Lima menit babak pertama berjalan, Wesley Sneijder hampir saja membawa Inter unggul. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti masih dapat ditepis dengan baik oleh Marco Storari.
Milan pun coba mengancam pertahanan Inter lewat aksi Alexandre Pato dan Ronaldinho. Sayangnya, kerjasama antara duo Brasil itu masih belum dapat menembus jala Julio Cesar.
Inter pun akhirnya membuka keran golnya pada menit ke-28. Diawali kerjasama Samuel Eto’o dan Milito di depan kotak penalti lawan. Nama terakhir pun memberi umpan ke kotak penalti yang kemudian diterima oleh Motta yang dengan sepakan kaki kiri terukurnya, Storari pun berhasil ditaklukkannya.
Inter menggandakan keunggulannya lewat penalti Milito pada menit ke-34 menyusul pelanggaran Gennaro Gattuso kepada Samuel Eto’o di kotak penalti. Milito pun sukses menyarangkan bola dengan mulus untuk mencetak gol perdananya bagi Inter.
Derita Milan makin bertambah usai Gattuso diusir wasit, setelah menerima kartu kuning keduanya karena melanggar Sneijder pada menit ke-39.
Lucio punya peluang untuk mencetak gol pada menit ke-44. Sayang tendangan kerasnya dari jarak dekat di dalam kotak penalti masih bisa diamankan oleh Storari.
Inter akhirnya menambah golnya pada laga ini melalui Maicon di menit ke-45. Berawal dari kerjasamanya dengan Milito di sisi kiri pertahanan Milan, bola sodoran Milito pun disambut Maicon yang sambil berlari lalu menendang bola yang merobek jala Storari. Skor 3-0 pun menjadi hasil akhir di paruh pertama laga.

Eto’o punya kesempatan untuk buat gol di detik-detik awal jalannya babak kedua. Menerima umpan datar dari Sneijder, Eto’o dengan sekali sentuhan pun langsung melepaskan sepakan keras namun masih belum menemu sasaran.
Gawang Milan kembali terancam pada menit ke-55 lewat sepakan keras Sneijder dari jarak 30 meter, namun bola masih melayang tipis di atas mistar gawang Storari.
Pada menit ke-62 sebenarnya Inter mencetak gol lewat Eto’o, tapi hakim garis lebih dulu mengangkat bendera pertanda offiside.
Gol keempat Inter akhirnya datang di menit ke-67, setelah sepakan keras Stankovic dari jarak 25 yard melesak mulus masuk ke pojok kiri atas gawang, tanpa mampu ditahan oleh Storari.
Huntelaar yang masuk sebaga pemain pengganti punya peluang mencetak gol debutnya bagi Milan pada menit ke-69. Namun Cesar dengan sigap mengamankan sepakan striker Belanda itu.
Inter kembali mengancam di menit ke-75 lewat usaha Eto’o yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, sayang bola masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Milan. Stankovic pun menyusul dua menit berselang lewat sepakan jarak jauhnya yang masih dapat ditepis oleh Storari dan bola rebound gagal dimaksimalkan oleh Milito.
Peluang Milan untuk memperkecil ketinggalan datang lewat Huntelaar pada menit ke-86. Menerima umpan lambung ke daerah kotak penalti, Huntelaar pun melepaskan tembakan first time yang tepat mengarah ke pelukan Cesar.
Hingga berakhirnya laga, angka 4-0 tetap muncul di papan skor untuk kemenangan tim tamu.
Susunan pemain :
Inter : Cesar, Maicon, Lucio, Samuel, Chivu, Motta (Muntari 59′), Stankovic, Zanetti, Sneijder (Vieira 73′), Eto’o, Milito (Balotelli 78′).
Milan : Storari, Jankulovski, Silva, Nesta, Zambrotta, Pirlo, Gattuso, Flamini (Seedorf 46′), Ronaldinho (Huntelaar 63′), Boriello (Ambrosini 46′), Pato.
Sumber: ,